,,Hebohnya Potty Trainning Zoey,,

Menjadi orang tua itu memang sebuah pengalaman yang seru-seru gemesin. Banyak hal baru yang kita temukan, ada yang buat senyum-senyum sendiri tapi tidak sedikit juga yang bikin kita elus-elus dada sambil tarik napas panjang.

Bagi gue salah satu pengalaman itu adalah potty training. Karena ngurus Zoey plus rumah sendirian, gue dan Yosua sejak awal memutuskan Zoey pakai diaper untuk mengurangi tenaga dan biaya dalam hal cuci pakaian. Seiring dengan usia nya yang akan menginjak 2 tahun bulan depan, maka kami pikir sudah saatnya untuk potty training.

Beberapa bulan sebelumnya gue sudah memberi heads up ke Zoey bahwa sebentar lagi dia akan lepas pampers, gue juga sudah cari cara jitu di youtube dan berbagai artikel parenting tentang potty training. Gue cukup yakin bahwa proses tersebut tidak akan begitu sulit, hanya rutin membawa anak setiap 2 jam ke potty, it’s a piece of cake.

Waktu yang gue dan Zoey sepakati akhirnya tiba. Pagi itu setelah mandi Zoey langsung pakai undies “keep your undies dry, you’re a big girl now”.

Seperti ekspektasi gue, tidak terlalu sulit membiasakan Zoey ke toilet untuk pipis. Tinggal bawa ke toilet setiap 2 atau 2.5 jam, Zoey pun pipis dengan mudah. Nahhh, yang jadi tantangan itu adalah saat poop. Ternyata tidak semudah khayalan. Zoey, seorang anak yang punya pendirian teguh, gak mau duduk di potty untuk melaksanakan kewajiban nya yang hakiki tersebut.

Begitu mau didudukin langsung ngamuk-ngamuk. Segala jenis rayuan gue katakan tapi gak mempan. Tetep kekeuh gak mau duduk. Jadilah 3 hari pertama gue cuci undies nya lengkap dengan jackpot di dalamnya.

Karena tahu tipe Zoey yang teguh, gue menghabiskan 3 hari selanjutnya dengan terus memberikan pengertian ke Zoey bahwa dia sudah cukup dewasa, dan semua orang dewasa duduk di potty. Gue juga menunjukkan video kakak-kakak yang duduk di potty lewat youtube. Yosua juga yang ada Sydney setiap video call selalu mendorong Zoey untuk poop di potty. Setelah itu gue buat deal-deal an bahwa dalam 3 hari ke depan Zoey harus sudah bisa duduk di potty untuk poop. Gue juga menyiapkan diri untuk menjadi lebih tough dalam menghadapi Zoey.

Besoknya saat dia bilang mau poop, cepat-cepat gue bawa di potty. Eh, dia nya masih ngamuk, dan ngamuknya sambil poop loh pemirsaa! Kebayang kan belepotannya kemana-mana. Setelah membersihkan kekacauan tersebut, gue ajak Zoey duduk. Gue kasih pengertian dan dorongan lagi. Gue pangku dia di atas potty (yang sudah bersih dan wangi) dan akhirnya dia mau duduk di potty nya sendiri.

Besoknya pagi-pagi Zoey udah minta poop. Gue dudukin di potty dan langsung mau. Dia duduk dengan tenang sampai akhirnya “plung” terdengar. Walaupun ukuran nya kecil banget tapi gue udah senang. Sorenya setelah mandi Zoey minta poop lagi. Bergegas gue dudukin di potty. Nah karena saat itu Zoey belum berpakaian, sebagai mama yang baik gak pengen anaknya masuk angin, gue pergi sebentar ambil baju Zoey di atas tempat tidur. It turned out to be a wrong move. Hanya sebentar memang, tapi cukup untuk Zoey berdiri dari potty nya dan lari ke samping tempat tidur juga. Gue yang kaget langsung gendong Zoey kembali ke potty nya. Sayangnya usaha gue terlambat! Zoey tanpa ragu telah menyelesaikan kewajiban nya di dalam perjalanan yang sangat singkat itu. Lantai dan karpet di kamar jadi korban nya. Jadilah hari itu bukan cuma cuci undies lagi, cuci karpet juga! Untung ada bala bantuan dari orang rumah, fiuh, thank you tante Selma!

Setelah kesabaran dan ketenangan jiwa gue ditantang selama 8 hari, akhirnya di hari ke 9 Zoey bisa duduk poop sampai selesai di potty nya, yeayyyy! Gue girang bukan main, berhasil juga ya Tuhan.

Sampai saat ini kadang masih ada aja accident yang terjadi, tapi gue sudah jauh lebih tenang dan lebih terampil dalam menghadapi situasi tersebut, hahaa.

Pengalaman ini, walaupun gemes dan bikin elus dada, meninggalkan kesan dan kenangan sendiri di gue. Zoey yang semakin besar, perlahan harus meninggalkan diapers-nya untuk dia sadar dan belajar bahwa dia bisa pipis dan poop dengan cara yang baru. Sama seperti Zoey, kita yang semakin dewasa kadang harus rela kehilangan atau meninggalkan beberapa hal (baik hal yang kita akrabi atau hal yang membuat kita nyaman) untuk menemukan sesuatu dengan cara yang baru, cara yang lebih dewasa.

And suddenly you know…It’s time to start something new and trust the magic of beginnings

20180311_000912

Kalau ada ibu-ibu yang punya pengalaman sama, boleh share juga loh..

Cheers,

Ndhy

Advertisements

,,#01 Singapore Trip | Garden by the Bay, Artscience Museum & Merlion,,

Hello January!

Blog di tahun ini dimulai dengan cerita kami bertiga yang liburan ke Singapore. Ini bukan kali pertama buat gue (entah kenapa gue belum pernah ngeblog tentang Singapore) ataupun Yosua, tapi trip ke Singapore kali ini adalah yang pertama buat Zoey, yeay! Seperti yang udah dibilang Yosua di blognya kalau bulan depan dia bakal ke Sydney untuk program master nya, jadi sebelum Yosua dan Zoey LDR-an mending dipuas-puasin dulu momen kebersamaannya :).

—– Day 01 —–

Kami sengaja ambil flight siang dari Jakarta biar gak terlalu rush di pagi hari. Jadi gue punya waktu lebih untuk sarapan, buatin sarapan Zoey, beres-beres apartemen sebelum ditinggal seminggu, dan Zoey pun bisa bangun sesuai jam paginya, santai sebentar lalu mandi dan menuju bandara.

20180123_092345

Tiba di Terminal 3 Soetta bandara sudah mulai ramai. Pesawat kami sempat delayed beberapa lama. Kami pun akhirnya beli roti-roti untuk killing time. Mungkin karena energi Zoey sudah cukup terkuras saat main-main di bandara ditambah perutnya yang kenyang karena baru saja makan roti keju favoritnya, akhirnya dia tertidur sepanjang perjalanan dan baru bangun saat sudah sampai di Singapore, great!

20180123_093903

IMG20180123103124

Sampai di Changi, kami duduk-duduk dulu sambil Zoey makan karena tadi dia tidur lelap. Yosua pun membeli EZ link card untuk modal transportasi kami di Singapore. Perlu diakui transportasi Singapore lebih bagus dari Jakarta. Bahkan kami lebih sering naik bis di sana karena Zoey lebih suka bis daripada MRT. Alasan nya karena dia bisa mimik (sebutan Zoey untuk menyusui) dan bisa nyanyi lagu The Wheels on the Bus sambil berada dalam bis beneran, hahaa sederhana sekali ya.

IMG20180123161506

IMG20180123170632

Saat itu sedang hujan, untung stasiun MRT nya berada di depan hotel kami (Strand Hotel) jadi tidak sampai kebasahan. Kami sempat mandi-mandi dan santai sebelum keluar untuk cari makan malam.

Hujan reda, kami pun pergi ke Paragon Mall di daerah Orchard. Yosua memang ingin beli tas backpack yang sudah lama dia idam-idamkan di sini. Bahkan tujuan membeli tas ini adalah salah satu faktor kenapa kami ke Singapore. Tas nya memang bagus, di design untuk menghindari pickpocket, compartmen di dalamnya juga cukup banyak, bisa buat bawa laptop, dan anti air juga (cuma kalo hujan nya gede banget juga bisa basah sih). Gue senang Yosua bisa beli barang yang bagus untuk dirinya sendiri.

IMG20180123190916

IMG20180123191128

IMG20180123194726

Setelah happy mendapat tas impian nya, kami cari makan di situ juga. Tidak terlalu banyak pilihan yang ada, kami akhirnya makan di Gyoza-ya lalu pulang dan istirahat.

—– Day 02 —–

IMG20180124110637

IMG20180124110654

Hari ini agenda kami ke Garden by the Bay untuk ajak Zoey lihat bunga-bunga dan waterfall di Cloud Forest nya. Jenis-jenis bunga yang ada di sini beragam, cantik-cantik dan dikelompokan secara geografis. Zoey yang memang suka bunga terlihat senang melihat bunga warna warni. Sambil tunjuk-tunjuk dia ngomong “ungu” tunjuk lagi “kuning”. Tempatnya yang adem dan luas juga membuat Zoey nyaman explore lari kesana sini. Berbeda waktu gue dulu ke Singapore Botanic Garden bareng teman-teman yang tempatnya outdoor, jadi kebayang kan panasnya. Boleh gue bilang Garden by the Bay tempat yang lebih nyaman untuk bawa anak-anak :).

IMG20180124110835

IMG20180124112019IMG20180124112554IMG20180124113552

IMG20180124113520IMG20180124113809

IMG20180124114125
Zoey dan Tas Impian Papa

IMG20180124114244

Kami juga explore Cloud Forestnya, begitu masuk Zoey langsung teriak “mancur, mancur”. Maksudnya waterfall nya itu dia bilang air mancur, hahaa. Zoey senang sekali melihat waterfallnya, bahkan jika kita berdiri cukup dekat kita bisa kena cipratan airnya yang sejuk.

IMG20180124115627

IMG20180124115403

Seperti namanya, di sini lebih banyak pohon dan tumbuhan hijau. Oya di satu section ada bunga-bunga yang dibentuk dari lego loh, suka banget! Kita juga bisa ke atas dan menyusuri Cloud Forest dari jembatan di sana.

IMG20180124120903

IMG20180124121022

Selesai jalan dan Zoey naik turun tangga di sana, kami bergegas cari makan siang karena mulai kelaparan. Di sana ada beberapa tempat makan. Awalnya kami mau ke McD sekaligus mau makan es krim, sayang tempatnya penuh banget. Jadilah kami melipir ke Bakerzin, walaupun harus menunggu antrian beberapa saat tapi kami mendapat tempat yang nyaman. Makanan yang kami pesan pun enak-enak, Zoey menikmati makan di sini.

IMG20180124130304IMG20180124130341IMG20180124130218

IMG20180124134320IMG20180124134821IMG20180124135153

Selesai makan kami jalan ke Artscience Museum. Di sini kami masuk ke exhibition yang Journey to Future World. Pertama kali masuk kita akan dibawa ke sebuah ruangan untuk menikmati suguhan “Chasing Crows”. Mata kita dimanjakan dengan visual yang ciamik. Gue baru sadar kalau banyak orang memanfaatkan section ini untuk foto-foto, sedangkan gue dan Zoey bener-bener sibuk kejar si burung nya sambil bergaya terbang kesana sini, hahaa.

Keluar dari section itu, kita bisa bebas explore tempat yang lain. Ada satu perosotan yang dasarnya layar LCD gitu. Gue ajak Zoey main di situ, eh dia nagih sampai beberapa kali. Ada juga permainan-permainan di board yang disediakan.

IMG20180124142554

Yang unik itu ada di satu section dimana kita bisa mewarnai gambar yang telah disediakan, scan gambar tersebut, lalu gambar tersebut akan muncul di layar besar sebagai satu kesatuan cerita. Zoey cukup betah duduk coret-coret di situ sedangkan Yosua dan gue heboh cari-cari gambar punya kita di layar gedenya, hahaa. Setelah itu Zoey banyak menghabiskan waktu dengan main tendang-tendang bola neon warna warni sampai gak mau pulang.

IMG20180124143013IMG20180124143048IMG20180124145041IMG20180124145050IMG20180124150024

Berhasil mengajak Zoey keluar dari Artscience, kami sempat mampir ke Marina Mall untuk main sebentar lalu pergi ke Merlion Park. Sampai di Merlion Park Zoey malah ketiduran, jadi Yosua dan gue istirahat duduk sebentar di Toastbox Esplanade Mall sambil minum milo dan ngobrol. Lumayan memanfaatkan waktu saat Zoey bobo.

IMG20180124152826IMG20180124153620IMG20180124153921

Begitu bangun Zoey sudah seger lagi, kami jalan menyusuri jembatan ke patung Merlion. Sayang patung Merlion nya lagi ditutup, padahal kami berdua udah ngomong ke Zoey mau tunjukin lion yang gede. Kami pun foto seadanya dengan Merlion kecil di sana sambil janji ke Zoey besok kita lihat lion gede nya di Sentosa Island aja ya.

IMG20180124164448

Di jalan pulang dari Merlion Park, hujan turun dengan derasnya. Kami memutuskan untuk menunggu hujan reda di stasiun terdekat dari hotel yang ada di SMU. Hampir sejam kami menunggu hujan di sana. Zoey lari-lari kesana sini sambil lihat orang-orang yang lewat. Saat mulai reda kami ambil langkah seribu menuju Food Republic (yang terletak depan hotel kami) untuk makan malam. Setelah kenyang kami pun pulang istirahat di hotel, menyiapkan badan untuk perjalanan di esok hari.

IMG20180124163334IMG20180124163400

Oya satu hal yang kami notice sekarang, Singapore mahal! Harga makanan nya hampir mirip kayak di Paris, hanya transportasinya memang tergolong murah. Kalau mau ke Singapore tapi on budget sepertinya harus selektif memilih tempat wisata untuk main dan tempat makan. Zoey kita nabung buat ke Eropa aja deh, hahaa.

IMG20180124163046

Tunggu cerita kami di Singapore di post selanjutnya ya…

Cheers,

Cindhy & The Kristianto

,,Memorable Short Trip to Makassar,,

Beberapa hari yang lalu Yosua, Zoey dan gue pergi ke Makassar. Perjalanan ini merupakan pertama kalinya bagi Yosua, sedangkan bagi gue entah sudah keberapa kalinya. Ya, jarak Makassar dan Palu yang cukup dekat memang membuat tempat ini menjadi salah satuΒ  tujuan wisata favorit saat gue kecil, terlebih saat Papa gue masih kerja di Astra (yang wilayah proyeknya memang terletak di antara Palu dan Makassar).

IMG20171117153114

Kalau dilihat, Makassar yang sekarang sudah jauh lebih padat dan macet. Hal ini membuat kami tidak terlalu banyak pergi ke tempat wisata yang jauh-jauh. Menghabiskan waktu dalam kendaraan adalah hal yang kami hindari karena Zoey sedang senang-senangnya lari kesana sini, duduk lebih dari 5 menit dalam mobil saja dia sudah ngomong “keluar, keluar”. Biasanya Zoey akan ter-distract kalau diajak ngobrol tentang suasana sekitar atau bernyanyi bersama. Kebayang kan kalau perjalanan lama gue harus menyiapkan berapa album untuk dinyanyikan, hahaa.

IMG20171118115654

Hari kedua di sana (hari pertama kami datang dengan flight sore), kami bertemu dengan dua teman Yosua di Trans Studio Mall (TSM). Niatnya sih makan siang doang, tapi tahu kan Yosua kalau sudah ngobrol sama orang gak cukup sejam dua jam hahaa, jadilah kami di sana sampai sore. Tapi gue sendiri menikmati momen ini, senang mendengar cerita-cerita mereka sambil beberapa kali bolak balik menemani Zoey yang ingin lari dan main dekat kolam yang ada di sana.

IMG20171118121135

IMG20171118121642

IMG20171118152659

IMG20171118121447

Malamnya kami ke Sushi Tei karena gue udah kangen makan sushi. Karena sejak ke Palu belum pernah ketemu sushi, gue jadi agak kalap makan nya, apalagi duduknya di sushi bar jadi gampang tinggal comot sana sini. Zoey juga makan nya banyak saat di sini. Dia senang sekali menyuapi ikura ke gue dan Yosua walau dia harus usaha banget karena bentuknya yang kecil dan mudah pecah. Kalau sudah sampai di mulut kami, dia akan senyum gembira, hap!

IMG20171118204706

IMG20171118202400

Hari ketiga kami ke TSM lagi untuk menemani Zoey main di sana. Benar saja, baru masuk Zoey sudah kegirangan, lari kesana sini, senang sekali melihat ekspresi girang nya :). Jika dibandingkan Trans Studio di Bandung memang lebih besar dan wahana nya lebih beragam, yang di Makassar ini bisa dibilang wahana nya lebih banyak yang ramah anak. Zoey sempat mencoba beberapa wahana, dari Jelajah Safari, Chucoo Train,Β  Β  Karosel dan permainan kecil lainnya. Hampir di setiap wahana Zoey minta naik lagi, jadi saat selesai kami turun lalu harus antri lagi, hahaa untung saja saat itu Trans Studio nya tidak terlalu ramai. Setelah beberapa lama main ini itu, Zoey mulai cape dan minta digendong, kami pun keluar dari Trans Studio dan cari makan di mall.

IMG20171119111821

IMG20171119112239

IMG20171119114313

IMG20171119115207

IMG20171119120110

Untuk makan malam sebenarnya kami berencana ke Rumah Makan Nelayan, namun karena jaraknya cukup jauh (Yosua juga tidak doyan seafood) kami memutuskan untuk makan sekitar hotel saja (kami stay di Aryaduta). Sebelumnya kami menyempatkan berfoto-foto di Pantai Losari yang terletak tepat di seberang hotel. Kebetulan saat itu sudah agak sore, daripada senggol bacot sama orang karena rame banget, jadi kita foto seadanya aja. Yang penting ada bukti kami bertiga pernah menginjakkan kaki di sana, hahaa.

IMG20171119180601

IMG20171119181038

Besoknya kami lebih banyak bersantai di hotel karena gue lagi flu berat. Yosua pun menyelesaikan beberapa urusan di sana. Setelah selesai, kami sempat ke mall baru namanya Phinisi Point. Mallnya masih banyak yang kosong dan masih sepi. Kami hanya makan sebentar lalu balik hotel lagi karena hujan deras. Setelah reda, Yosua pergi ke Fort Rotterdam seorang diri, sedangkan gue di hotel karena ngantuk dan lemes efek minum obat. Malamnya juga kami hanya keluar untuk makan sebentar lalu kembali ke kamar.

IMG20171120122605

IMG20171120122642

IMG20171120122917

IMG20171120123412

IMG20171120151258

IMG20171120152039

IMG20171120154609

IMG20171120155852

Hari terakhir kami di sana, Makassar pun diguyur dengan hujan lebat. Flight kami juga delayed cukup lama. Menunggu memang bukan favorit kebanyakan orang. Perlu banyak bersabar sampai akhirnya kami bisa naik pesawat lalu tiba dengan selamat.

IMG20171121122321

Perjalanan kami ke Makassar kali ini terbilang cukup singkat, namun memberikan kenangan tersendiri. Salah satu momen besar yang akan diingat oleh keluarga kami nanti. Momen besar nya nanti lebih detil ditulis di blog Yosua ya (beginilah kalau suami istri nge-blog tiap bulan bagi-bagi materi blog deh, hahaa).

Terima kasih Makassar, sampai kita berjumpa lagi!

IMG20171120212208