,,SOLAROAD: THE ROAD OF THE FUTURE, THE ROAD TO THE FUTURE,,

Jika saya bertanya apa fungsi jalan menurut anda, maka apa yang akan menjadi jawaban anda? Kemungkinan besar jawaban anda adalah sebagai sarana penghubung dari satu tempat ke tempat lain yang digunakan oleh alat-alat transportasi darat maupun dilalui dengan berjalan kaki. Jawaban tersebut memang menjelaskan fungsi biasa dan utama dari jalan, namun pernahkan terlintas pada benak anda bahwa jalan yang tergeletak di tanah dengan fungsi biasa ternyata bisa memiliki fungsi lain yang lebih luar biasa?

Saya akan mengajak anda ke Belanda, negara favorit saya yang mengajarkan saya tentang bermimpi, untuk melihat bagaimana jalan tidak hanya dimanfaatkan sebagai penghubung satu tempat ke tempat yang lain, tetapi juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan (Bahasa kerennya adalah: sustainable energy), satu solusi alternatif dari potensi krisis energi dunia. Belanda sedang mengembangkan sebuah jalan yang dapat menyerap tenaga surya lalu mengubahnya menjadi tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sistem lalu lintas, bahkan kebutuhan rumah tangga.

Inovasi Belanda yang satu ini dimulai dari sebuah mimpi TNO (Toegepast Natuurwetenschappelijk Onderzoek), sebuah organisasi Belanda untuk penelitian ilmiah terapan yang sudah dibentuk dari tahun 1932, bahwa jalan-jalan di negeri Belanda tidak akan menjadi sekedar jalan saja tetapi menjadi jalan pertama di dunia ini yang mempunyai sebuah panel surya dengan skala besar. Mimpi ini disambut sangat baik oleh para partner mereka, baik itu pemerintah provinsi seperti provinsi Holland Utara (Province of Noord-Holland), juga organisasi lain yang mendukung proyek inovatif seperti Imtech dan Ooms Civiel. Pada tahun 2009 lalu, mereka bersama-sama memulai proyek inovasi perdana ini dan menamainya proyek SolaRoad[2].

Proyek SolaRoad

Proyek SolaRoad

Dengan konsep mengubah energi panas dari sinar Matahari yang mengenai jalan menjadi energi listrik, SolaRoad sendiri dibentuk dari beberapa lapisan dan material khusus yang dipilih dengan memperhatikan aspek keamanan dalam berkendara dan daya tahan material sebagai sebuah jalan. Mulai dari lapisan beton yang merupakan lapisan paling bawah, diikuti lapisan sel surya silikon lalu lapisan kaca kira-kira setebal 1 cm sebagai lapisan akhir. Pada permukaan SolaRoad juga ditambah lapisan tembus cahaya yang sedikit kasar sehingga kendaraan yang ada di atasnya tidak mudah tergelincir[5].

Material SolaRoad

Material SolaRoad

Pembangunan SolaRoad

Pembangunan SolaRoad

Saat ini pembangunan SolaRoad berfokus pada jalan sepeda saja. Ya, seperti yang kita tahu bahwa Belanda adalah rumah bagi sekitar 18 juta sepeda dan memang mempunyai jalan khusus bagi para pengguna sepeda sepanjang 35,000 kilometer (kira-kira 35 kali panjang pulau Jawa). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa proyek ini akan terus dikembangkan sehingga seluruh jalan di Belanda akan masuk dalam proyek SolaRoad. Bisa anda bayangkan beberapa dekade ke depan Belanda mempunyai rumah, sistem lalu lintas, lampu-lampu jalan, bahkan kendaraan yang sumber tenaganya berasal dari jalan mereka sendiri. Bukankah dampaknya sangat luar biasa?

SolaRoad yang dibiayai oleh Province of Noord-Holland dan beberapa perusahaan komersil Belanda ini mulai dibangun di kota kecil di provinsi tersebut tentunya. Kota itu bernama Krommenie, berjarak kurang lebih 20 KM dan dapat ditempuh dalam 23 menit menggunakan kereta dari Amsterdam. SolaRoad sudah menghabiskan anggaran kira-kira 3.5 juta Euro, jumlah yang tidak bisa dibilang murah namun sebanding hasilnya, diperkirakan setiap meter persegi SolaRoad akan menghasilkan 50-70 kwh energi per tahun. Dan setiap 70 meter SolaRoad dapat menyediakan tenaga listrik untuk satu atau dua rumah di Belanda.

Belanda memang cukup ahli dalam pemanfaatan tenaga surya menjadi tenaga listrik, bukan hanya jalan saja bahkan bubungan atap pun turut dimanfaatkan. Seperti bubungan atap di stasiun pemadam kebakaran NBHW di kota Alkmaar, mulai dibangun pada tahun 2010 dengan konsep penggunaan energi terbarukan dengan tujuan meminimalisasi penggunaan listrik bagi bangunan itu sendiri[3]. Sayangnya implementasi teknologi pada bubungan atap bangunan akan sangat terbatas dikarenakan setiap bangunannya harus tetap terhubung dengan jaringan listrik dan area bubungan atap bangunan biasanya tidak begitu luas[1].

Stasiun Pemadam Kebakaran di Alkmaar

Stasiun Pemadam Kebakaran di Alkmaar

Bubungan Atap Stasiun Pemadam Kebakaran di Alkmaar

Bubungan Atap Stasiun Pemadam Kebakaran di Alkmaar

Then, why bother about a glass of water while we can have the ocean? Kenapa tidak memanfaatkan potensi jalan yang sudah nyata terbaring sepanjang berkilo-kilo meter? Sebuah ide cerdik proyek SolaRoad[6].

Keunggulan lain SolaRoad dibandingkan sumber energi lainnya adalah, SolaRoad dapat dibangun berdekatan dengan perumahan dan aktivitas manusia, sebuah sumber energi yang aman dengan lingkungan manusia sehari-harinya. SolaRoad juga bisa dikatakan sumber tenaga lisrik yang hemat lahan karena yang dibutuhkan hanyalah jalan yang ingin dimanfaatkan tersebut. Sebuah teknologi yang benar-benar jenius!

Only the best creates the first.

Melihat Belanda yang tiada henti menciptakan inovasi-inovasi besar, saya sendiri belajar tentang pentingnya mempunyai sebuah mimpi, sebuah visi dan kemampuan untuk mewujudkannya. Saya percaya kualitas pendidikan di Belanda yang baik adalah salah satu faktor utama bagaimana orang-orang hebat dari Belanda bisa memikirkan dan menciptakan inovasi luar biasa dari hal yang biasa, seperti SolaRoad.

Saya ingat sebuah pepatah dari Carl Sandburg, seorang pujangga yang memenangkan tiga Pullitzer Prize[4], mengatakan “nothing happens unless first we dream”. Hal-hal hebat yang ada di dunia ini berasal dari sebuah mimpi atau visi yang hebat pula. Tidak perlu menunggu menjadi Presiden atau masuk dalam DPR dulu baru bisa memiliki visi yang hebat, baru bisa menciptakan hal-hal luar biasa. Orang-orang sederhana seperti saya dan anda juga bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan negara dan kesejahteraan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu ayo kita, tanpa ragu dan tanpa takut, raih ilmu sampai ke negeri Belanda!

Miliki visi dan ciptakan hal-hal hebat di dunia ini! Ya, untuk Indonesia yang lebih baik!

Referensi:
[1] http://www.cbc.ca/news/technology/dutch-test-solaroad-solar-panels-on-bike-path-1.2831630
[2] http://inhabitat.com/solaroad-the-netherlands-unveils-worlds-first-solar-cell-paved-bike-path/
[3] http://inhabitat.com/high-tech-dutch-fire-station-relies-on-innovative-solar-collecting-rooftop-parking-lot/
[4] http://www.pulitzer.org/awards/1919
[5] http://www.solaroad.nl/en/de-techniek/
[6] http://www.solaroad.nl/en/hoe-is-het-idee-ontstaan/

Advertisements

37 thoughts on “,,SOLAROAD: THE ROAD OF THE FUTURE, THE ROAD TO THE FUTURE,,

  1. W.O.W, ide ini yang selama ini kumimpikan, bagaimana hal2 sekitar dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi. Can’t agree more! Belanda as one of the innovator. semoga nanyi bisa diterapkan di negara lain teutama Indonesia.

  2. Wow..this is really something else. Great inspirational post partner! This may be the one later considered ‘the revolutionary road’ (though if you google it you will find only a non-related-to-what-I-mean drama movie). Nice sharing! Totally deserves an up vote!

  3. Its Amazing!!!
    ide solar roadnya sangat luar biasa, sebuah pemanfaatan yang maksimal untuk kehidupan sehari-hari.
    dari tulisan diatas saya sebagai pembaca melihat sisi lain dari hal ini.
    Sebuah ide dan mimpi memang sangat penting dalam melakukan pembangunan, dan harus ada realisasinya,
    Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah harus diperhatikan, Melihat secara luas dan terbuka permasalahan bangsa indonesia terletak pada SDM (sumber daya manusia) yang sering kita dengar Knowledge & habit (Pengetahuan dan kebiasaan). jika edukasi sudah merata hal-hal yang bersangkutan dengan propaganda buruk tidak akan mudah mempengaruhi kaum muda penerus bangsa. jika kesadaran ini sudah timbul hal positive apapun akan menjadi mudah kita kembangkan. AYOOO KITA BANGUN BANGSA INDONESIA!

  4. Luaaaar biasa, kebetulan saya sudah sempat berkunjung ke pemadam kebakaran di Alkmaar Belanda bulan Nopember 2014 dalam delegasi Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID), kamipun tercengang menyaksikan ide/gagasan yang sederhana tetapi memberi dampak sangat besar bagi kehidupan manusia di dunia ini kedepan. Saya sangat menghargai gagasan ini “energi terbarukan” sangat penting dalam sumber-sumber/alternatif sumber energi masa depan. Teman-teman di belanda dan bahkan di seluruh dunia bermimpilah terus untuk keberlanjutan bumi dan hidup kita semua.

  5. 4 Jempol untuk ide yang telah diterapkan negara Belanda!! dari hal yang kecil dan sederhana dapat memberikan manfaat yang besar untuk rakyatnya. Semoga Indonesia juga dapat berinovasi dari segi SDM (yang paling utama), teknologi, dll. Sehingga Indonesia dapat terkenal dimata dunia dengan inovasi teknologinya bukan KORUPSInya. Jadi mari kita rakyat Indonesia mulai membuat mimpi untuk Indonesia dan mulai kerja…kerja..kerja…sehingga kita dapat membuat Indonesia yang lebih baik. INDONESIA PASTI BISA!!!

  6. Inspirational sharing!

    Kalau dilihat, 3.5 juta Euro baru sekitar 0.25% dari dana yang perkirakan ada di “dana siluman”, artinya Indonesia sudah punya modal untuk melakukan at least pilot project solar road ini.

    Semoga apa yang dilakukan di Belanda bisa menginspirasi pemerintah, masyarakat, dan diri saya sendiri untuk terus berinovasi. Jenis postingan seperti inilah yang perlu diperluas di media kita, karena masyarakat Indonesia punya tradisi ‘latah’ akibat media sosial.

    Terus berbagi inspirational sharing ya.

  7. What an inspirational sharing!
    Inovasi pemasangan solar panel pada jalan adalah brilian!
    Kota-kota di Indonesia sudah harus mulai untuk berinovasi seperti Belanda dalam pendayagunaan sumber energi terbarukan.
    Sebagai warga Bandung yang sedang bertransformasi menjadi smart city, saya yakin hal seperti sangat mungkin segera diaplikasikan di Bandung.
    Thanks for sharing!

  8. Bangus banget idenya..
    Idenya simple, implementasinya susah.. tapi sekalinya berhasil, itu bakal jadi investasi besar banget kedepannya..
    apalagi kedepannya, krisis energy bakal jadi masalah karena sumber daya alam pada akhirnya bakal habis karena di gunakan secara masal..

    Yang perlu di pertimbangkan oleh orang belanda berikutnya adalah maintenancenya..
    jangan sampe biaya maintenance nya melebihi harga energy yang di hasilkan..
    karena pada akhirnya semua fasilitas yang digunakan oleh umum, akan dimiliki oleh umum.. dan kalo orang belandanya ga punya sense of belonging, fasilitas itu bakal di rusak (sifat dasar manusia)..
    Tapi gua basically ga tau sih gimana budaya orang belanda.. jadi.. yah.. mungkin dan semoga kekhawatiran gua hanya jadi kekhawatiran gua semata.. hehehe..

    Btw.. nice post, sistah.. penggunaan bahasa yang ga ngejelimet sama jelas.. gua suka.. ga harus baca berulang2 kali buat ngerti.. hehehe..

    • Iya Har, investasi besar ini, tapi pasti sebanding dengan hasilnya. Nahhh gue juga karena ingin tahu lebih banyak tentang budaya orang Belanda makanya ikut kompetisi ini Har, hehee. Thanks for the comment bro! Really appreciate it 🙂

  9. inovasi yang keren, mungkin benar orang lain tidak bisa berpikir sejauh itu, dari sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.
    semoga SolaRoad bisa di buat di Indonesia juga.^-^

  10. Sebuah artikel dengan topik pembahasan yang sangat menarik.

    Jalanan yang tadinya hanya memiliki satu fungsi sebagai infrastruktur transportasi, sekarang berfungsi ganda sebagai pembangkit tenaga listrik juga. Betul-betul ide yang kreatif.

    Salut untuk pencetus dan pendukung ide ini, karena berani keluar dari kotak dan memperjuangkan proyek ini.

    Terima kasih sudah berbagi artikel ini Cindhy, semoga sukses dalam lombanya dan berhasil ke negeri Belanda untuk memperkaya ilmu 🙂

  11. Langsung terbayang sama keadaan belanda dengan solaroad pas baca tulisan ini even never been there before. Kereenn! They think not only for ‘now’ but also for the future. Mungkin yg bermimpi itu blom bs mnikmati keseluruhan hasilny tapi pasti puas banget y begitu tau next generation bs enjoy kerja keras ny. Innovative and inspiring. Still not loosing hope Indonesia akan lebih baik spt ini. Haha. I also agree with your opinion. Alll agree! Great Sharing kak!

  12. Powerful post!
    Totally agree with this “Nothing happens till we first dream it”
    It is now so good for us Indonesian to have dream not for me,myself, and I, but for a better Indonesia then till one day we all meet together for same spirit to make it happen, our dream for Indonesia shall come to pass, it is WOW!

  13. “A dream doesn’t become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work.” – Colin Powell
    Belanda sedang menguras keringat dan bekerja keras untuk membangun Solaroad, semoga proyek ini berhasil dan menjadi salah satu jawaban dari krisis energi. Cayo!

  14. WOW !! Tulisan- tulisanmu selalu inspiratif ndhyy…selalu dapat sesuatu yg baru kalau habis baca blogmu..😁
    Yang iny apa lagii, Belanda sdh sampe dipenerapan solaroad..semoga Indonesia juga bisa terinspirasi dengan inovasi yang telah diterapkan Belanda..

    Semoga impian dan cita”mu ke Belanda juga terwujud neh ndhy..Supaya ilmu yang didapat di Belanda bisa diterapkan di Indonesia…

    Sukses dan lancar terusss semua yang direncakan yakk darlaa 😚😚😚 GBU

  15. Your writing is interesting and educative as always ndhy 🙂

    Pertama kalinya tahu tentang SolaRoad from this. Sustainable energy memang satu hal yang sangat dikembangkan dunia barat dikarenakan sadarnya bahwa energy yang sekarang ada suatu saat akan habis. Tapi Indonesia tidak ketinggalan kok. Cause we have you-ndhy, juga teman2 yg baca dan give comments on this posting, yang sadar akan pentingnya mempunyai pemikiran yang jauh ke depan. Live for the future, not only for the moment, right?

    SolaRoad, if i perceived from your explanation above, can only be fit for the road nearby housing area. Strukturnya menurutku belum mampu untuk diterapkan untuk jalan-jalan highway, terutama yang akan dilintasi oleh kendaraan-kendaraan industri. Kaca nya tidak akan mampu menahan beban kendaran industri yang beratus ton. But as you said, perhaps in the 20-50 years later they’ll found out how to deal with it.
    Kalo di Indonesia, mungkin cocok untuk daerah pedesaan juga, i think. Di pedesaan, listrik sangat terbatas. It’s a luxury which some of us cannot afford (too bad for we’re in 21st century already). In some places in Indonesia, we only have electricity from 6pm to 12am. You know it’s true from my personal experience that i shared. Haha.
    But this could be an answer. A possible answer. Perhaps you should go to my place after you’ve done with your study.

    Good luck ndhy!! Semangaaaaat!

    • Not only in your place firda, beberapa kota kecil juga masih sering mati listrik sebenarnya, hahaa.

      Thank you doanya, saya akan berkunjung ke tempatmu setelah pulang dari Belanda, amiiiiiiiinnn!

  16. Wuah, menarik sekali infonya Cin. Jadi penasaran seperti apa rupa “sola road” yang dibangun di negeri Kincir Angin ini. Rupanya Belanda gak pernah kehabisan ide buat berkreasi dan berinovasi ya.

    Mungkin ide bagus kalau pemerintah invest asi untuk membiayai putra putri bangsa belajar disana. Barangkali inovasi yang sama atau lebih bisa diterapkan di Indonesia. Toh sebenernya kita tidak kekurangan sumber daya. Cuma perlu edukasi yang mumpuni.

    Thumbs up for your writings. Seems like I’ll still be your faithful reader^^ hhe

  17. So inspiring ndhy 🙂

    “why bother about a glass of water while we can have the ocean?”

    Belanda sangat menghargai & memanfaatkan setiap potensi yang ada. I wish this idea will be implemented in Indonesia too. Setuju dgn kata firda, mungkin ide ini bisa diterapkan di daerah pedesaan yang listriknya hanya nyala dari jam 6 pm – 12 am. That’s what happened in my village too. It will be helpful for the villagers. Great innovation!
    Thank you for sharing ndhy.. let’s evaluate our self, what can we give and contribute for a better Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s