,,belalang and its love story,,

Tonight I’m gonna write a short post karena entah mengapa keinginan ngeblog sangat kuat malam ini. Ya, gue emang orang yang suka nonton fakta-fakta unik yang biasa dirangkum dalam acara tv seperti Spotlite, on the spot, atau hot spot. Gak tau sih, cuma seru aja melihat dan mengetahui fakta-fakta menarik yang terjadi di sekitar kita. Dan salah satu fakta menarik yang gue nonton beberapa hari lalu adalah tentang belalang.

Gue baru tahu bahwa.. untuk urusan percintaan dan mati-matian demi cinta, belalang sembah jantan jagonya (yang juga baru tahu jangan malu mengungkapkan dalam komen di bawah postingan ini, hahaa). Bayangin aja, setiap belalang sembah abis kawin, belalang sembah yang betina akan memakan kepala yang jantan. Serem memang, tapi yang jadi pertanyaan tak terjawab adalah: Kalo gitu, KENAPA MASIH ADA BELALANG JANTAN YANG MAU KAWIN? Apakah belalang-belalang jantan ini gak dikasih tahu sama emak-bapak belalang? Contohnya bisa aja mereka bertiga ngumpul di ruang keluarga atau ruang makan dan dibilangin, “Nak, jangan kawin ya.. entar kepala kamu buntung lho”. Apakah mereka gak denger gosip-gosip dari temen-temen mereka sesama belalang atas hal ini? Kenapa masih ada belalang jantan yang mau kawin?

Setelah memikirkan pertanyaan tersebut, gue berkesimpulan sendiri: semua belalang jantan udah tahu kepalanya bakalan dimakan kalo mereka kawin, tapi mereka tetep aja pengen kawin. Kesimpulan dari kesimpulannya berarti: belalang jantan itu berani mati demi cinta. Kesimpulannya lagi: tidak ada yang lebih romantis dari percintaan antara dua belalang, tidak jua Fitri-Farrel (yang sampai menghabiskan 7 musim). Keren lu, lang!

Gara-gara mengerti hubungan antar-belalang ini, cerita Romeo dan Juliet terasa sangat jauh dari romantis, gue jadi ngerasa hubungan romantic antar-manusia tidak akan sampai pada level yang cowok rela kepalanya dimakan sama yang cewek. Ini ngebuat gue jadi makin kagum atas cinta dan kasih selevel ini. Makin kagum atas level cinta dan kasih di mana ada seorang pribadi yang rela memberikan nyawa untuk pribadi yang dikasihi. Bukan karena pribadi ini merasa depresi atau frustasi, tetapi karena memang itu keputusan yang dibuat dengan penuh kesadaran untuk pribadi yang dikasihinya. Waktu gue mengetahui fakta ini, I feel overjoy, bukan karena merasa lega mengetahui bahwa gue bukan belalang betina yang harus memakan kepala belalang jantan gue, tetapi karena fakta bahwa meskipun gue bukan belalang tetapi gue sudah merasakan level cinta dan kasih yang seperti ini, even greater. Yes, His unconditional love surely overwhelmes me with the everlasting joy. I hope you can feel it too 🙂

I'm here, still alive!

I’m here, still alive!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s