,,apapun makanannya, doi tetap pasangannya,,

Valentine sebentar lagi. Ngomong-ngomong soal Valentine, gue gak ngerti kenapa di hari Valentine orang-orang suka ngasih bunga. Kenapa menyatakan cinta harus pake bunga? Kenapa definisi romantis harus digandengkan dengan seikat bunga? Gue termasuk orang yang gak terlalu suka dikasih bunga. Mungkin banyak orang yang against gue dalam hal ini. Menurut gue ngasih es krim lebih romantis daripada ngasih bunga, paling enggak es krim bisa dimakan berduaan. Dan gue juga suka, jadi dobel: kenyang, doyan, dan romantis. Bunga enggak bisa dimakan berduaan, kecuali kalo loe mau pacaran sambil manggil jin, hehee.

Above all, gue sebenarnya paling senang makan bareng. Dan beberapa hari yang lalu merupakan salah satu dari sekian banyaknya hari-hari manis dalam kehidupan gue, dinner bareng pacar. Berbeda geografis dengan orang yang kita kasihi tidak mudah memang, melewati hari bersama dan makan bareng merupakan sebuah hal yang langka yang sangat kami treasure. Sebelum gue bertolak ke Jakarta, gue sudah memberikan list tempat makan yang gue pengen, dan tidak lama kemudian Iyos sudah mengirimkan email yang berisi susunan plan untuk makan di tempat-tempat tersebut dalam hari per harinya, sudah seperti seorang EO yang professional. I can say that I was so touched when he sent me the email with his little note “dibaca ya dear and kasih tau kalau ada yang missed”. Ya, memang sebuah kesenangan bagi Iyos untuk memberikan perhatian dalam hal-hal kecil namun manis seperti ini 🙂

A little bit of summer makes a lot of memories, and here is the food diary during my time there…

********************

Sesampainya gue di Jakarta, gue langsung diboyong ke ZENBU, THE HOUSE OF MOZARU. Zenbu emang salah satu tempat makan favorit kami kalau ingin makan dengan porsi yang gede, enak dan harga yang terjangkau (selain padang tentunya, hehee), karena di sini Ocha nya free of charge alias gratis. Zenbu bisa ditemui di Plaza Indonesia atau Kota Kasablanka. Menu andalan di sini tentu saja MOZARU, menu nasi yang dibalut dengan keju mozarela diberi topping sesuai pilihan (burger is the best) dan dicovered dengan saus butter, tomato, or dynamite. Perut yang kelaparan karena flight berjam-jam dengan sukses terpuaskan.

Burger Mozaru

Burger Mozaru

********************

Besoknya kami pergi ke Bandung untuk merayakan Imlek. Ini sudah tahun kedua gue merayakan Imlek bersama keluarga Yosua, dan gue selalu merasa excited saat perayaan ini tiba, tahu kan kenapa? hehee. Setelah mengunjungi rumah Aih, kami pergi ke Lembang untuk menginap selama 2 malam di sana bersama keluarga Iyos yang lainnya, sayang sekali Iyes (adik Iyos) sedang sakit jadi tidak bisa ikut. Di Lembang, gue mencoba berbagai makanan untuk pertama kalinya. Yah namanya juga masih daerah Bandung, it’s always an eating business kalau di sana. Gue (akhirnya) makan SATE KELINCI di Bukit Karmel, dan ternyata it’s so yummy :). Tekstur dagingnya memang sedikit berbeda dengan sate ayam, sate ayam lebih berserat, sate kelinci lebih juicy. Ditambah dengan bumbu yang sedap, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskan seporsi sate kelinci ini. Maknyusss.

sate kelinci

Malam-malam saat udara Lembang sedang dingin-dinginnya adalah waktu terbaik untuk mencari jajanan. Jajanan yang menjadi sasaran malam itu adalah COLENAK, berasal dari kata dicocol enak. Colenak adalah makanan yang terbuat dari tape singkong yang dibakar lalu dimakan dengan unti, gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Pertama kali diajakin Iyos makan colenak, gue nolak. Sebenarnya gue gak suka makan tape, tapi Iyos kekeuh promosi si colenak ini enaknya bukan main. And I gave it a try. Lumayan sih, cuma ya namanya tape tetap gue gak bisa menikmati jajanan itu seperti Iyos menikmatinya, heheee. Selain colenak jajanan lain yang ikut dilibas malam itu mulai dari ketan bakar, wedang ronde, sampai mie bakso. Sempurnaa.

Colenak

Colenak

Mumpung di Lembang, kami tidak lupa mampir ke FLOATING MARKET. Salah satu tujuan turis domestik yang sedang happening di Lembang. Setiap kali gue ke Floating Market sepertinya tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Tempatnya memang enak untuk refreshing, terlebih banyak jajanan-jajanan yang ditawarkan. Kami pun tidak henti-hentinya membeli jajanan tersebut, mulai dari takoyaki, pisang goreng keju cokelat, sate jamur, potato krispy, pecel, dan berbagai jajanan lainnya.

At Floating Market

At Floating Market

Makanan lain yang gue coba di Lembang adalah MIE KOCOK. Bahan dasarnya mie kuning yang dicampur dengan tauge dengan kuah dari kaldu kaki sapi, diberi topping kikil biasanya atau bisa juga bakso. Rasanya gurih, enak dimakan selagi panas. Di jalan pulang kami gak lupa mampir bentar ke KARTIKA SARI untuk beli oleh-oleh. Setelah itu nyobain BAKSO TAHU TULEN yang terkenal di Bandung, beli klapertaart, setelah itu kembali ke Jakarta.

Mie Kocok

Mie Kocok

********************

Sekembalinya ke Jakarta, Iyos ngajak gue makan ramen HAKATA IKKOUSHA. Karena kita mau main ice skating juga jadi kita pilih makan ramennya di TA, bukan di Kelapa Gading. Sayangnya yang di TA ini hanya menyediakan ayam saja, tapi tetep sih gak mengubah cita rasa mereka yang memang enak. Oiya, saat itu juga pertama kalinya gue nyobain main ice skating. Dari dulu sebenarnya Iyos ngajakin gue main ice skating, dan baru kali ini kesampean. Awalnya gue takut jatuh, selalu megang bar yang ada di samping-samping arena skate nya. Iyos harus mengeluarkan beragam negosiasi penting dan encouragement sampai gue akhirnya berani lepas dari bar dan main bareng Iyos. Tapi emang benar sih kata Iyos, setelah kita berani main, kita malah pengen main terus jadinya, cuma tetep aja gue lebih suka bowling, hehee. Lain kali kita main bowling aja ya yos 🙂

Ramen Yummy

Ramen Yummy

Ice Skating

Ice Skating

Malamnya ini merupakan big night. Setelah menunggu sekian lama karena renovasi, maka akhirnya kami kesampean juga makan di PAULANER BRAUHAUS. Our favorite place to dine di Jakarta. Paulaner Brauhaus cuma ada satu di Indo sih, tepatnya di Grand Indonesia (masih bagian dari Hotel Kempinski). Di sini kita bisa nemuin makanan-makanan khas Jerman. Makanan, minuman, dessertnya belum ada yang mengecewakan. Like all the foods and drinks there keep the body and soul together, hehee. Must try dishesnya Paulaner Platter, seporsi cukup buat 3 orang, isinya ada pork nuckle, meatloaf, dan berbagai macam sausages ditemani dengan mash potato. and this is us with a happy smile at Paulaner.

Choosing Menu Happily

Choosing Menu Happily

Iyos with the Paulaner Platter

Iyos with the Paulaner Platter

********************

Gue juga sempat bertemu dengan beberapa teman, seperti Firda dan Eno yang memang sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Senang rasanya bisa bercanda bersama kembali setelah tidak bertemu beberapa lama, mendengar kisah Firda yang unik dan sedikit mengharukan, hehee. Gue juga bertemu dengan teman-teman CareGroup Iyos, ada Gaby, Jasson, Harry, dan Stella. And they all are nice and fun people. Great to spend the night with you guys, apalagi dengan semangkuk MIE ACEH, hahaaa. Hope to see you all in anytime soon.

With Eno dan Firda @Pasta de Waraku

With Eno dan Firda @Pasta de Waraku

Malam-malam berikutnya diisi dengan berbagai macam makanan. Mulai dari Holycow, Sushi, Mr. Park, dan lain-lain (gue udah lupa makan apa aja, dan kalau gue tulis semua di sini bisa ngos-ngosan bacanya). Satu hal yang gue suka dalam momen makan-makan ini selain tentunya makanan dan tempat yang enak adalah waktu di mana gue bisa ngobrol banyak sambil bertatap muka dengan Iyos. Well, kita emang bukan tipe orang yang suka romantis-romantisan ala orang-orang jaman dulu: ngasih bunga lalu naik kuda putih. Tidak. Waktu paling romantis gue dengan Iyos justru pas lagi makan (meskipun hanya dengan indomie atau bubur polos) sambil mengekspresikan perasaan dan bertukar pikiran dengan aman. Kita juga sering ber-argumen, sering berdebat, you know when two people always agree then one is not necessary. But it always ends up dengan kita yang akhirnya semakin memahami jalan pikiran masing-masing, semakin terkoneksi, dan akhirnya Iyos atau pun gue berlomba melakukan aksi-aksi kecil untuk mendapatkan senyum dari pasangan kita kembali sebagai tanda akhir dari argumen tersebut. That’s romantic enough for me 😀

Yeah, gue menemukan, di antara musim-musim yang berganti dan waktu yang berlalu, gue dan Iyos memang tidak pernah saling membenci, hanya ada saling mengasihi dan saling merindu. Hari-hari gue di Jakarta ditutup dengan the last supper di Paulaner, again. Tapi gue gak pernah bosan, sama seperti gue yang gak pernah bosan melewati hari bersama Iyos. Then time is consumed away by the universe, yet the memories are always there, in the smiles, in the laughs, in the heart. And underneath the faraway sky I whisper softly in my heart, praying, that the time I spent with you will turn into an everlasting stars…

and the story goes...

and the story goes…

apap

Advertisements

2 thoughts on “,,apapun makanannya, doi tetap pasangannya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s