,,rindu yang tersapa di pulau dewata,,

Selamat malam semuanya,

Postingan kali ini sepertinya akan menjadi postingan yang sedikit panjang dan ngos-ngosan untuk anda yang membaca. I can’t help to share tentang pengalaman gue beberapa hari yang lalu saat liburan di Bali. Liburan yang sudah gue tunggu-tunggu, bukan karena gue sudah rindu pulang ke kampung halaman nenek moyang gue (ya, karena gue berasal dari Bali, tepatnya orang tua gue), tapi karena gue sudah rindu menghabiskan waktu dengan orang terkasih. Memang, yang terpenting saat liburan bukan kemana kita akan pergi, tetapi dengan siapa kita akan menghabiskan liburan tersebut. I just want to immortalized salah satu momen terbaik yang ada di hidup gue. Here we go…

********** Day 1 (08122013) **********

Sampailah gue di Bali, Pulau Dewata, yang kata orang pulau terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Untuk hari ini gue menginap di kos sepupu gue tercinta di daerah Jimbaran yang sudah lama tak bertemu sapa sekaligus untuk menghemat ongkos, hahaa. Fyi, harga sewa kos perbulan di Bali tergolong lebih manusiawi dibandingkan di Jakarta. Di Bali dengan biaya kurang dari 1 juta, kita bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan 1,5 juta di Jakarta. Jakarta oh Jakarta, keras memang…

Pagi-pagi sebelum pergi melancong, sepupu gue langsung menawarkan menu NASI JINGGO untuk sarapan. Nasi Jinggo ini merupakan menu sarapan yang cukup terkenal di Bali, isinya ada nasi, ayam yang disuir, mie, dan sambel. Dengan 3 – 4 ribu rupiah, perut pun terpuaskan sudah. Urusan kampung tengah aman, maka gue, Tiwi (sepupu gue), Adi (temen Tiwi), dan Natalie (yang juga temen Tiwi) berbekal dua motor langsung cabcus ke Pantai pertama, PADANG-PADANG BEACH, to kill the time. Memang acara puncak hari ini sebenarnya berlangsung malam nanti.

Sampai di Padang-padang Beach, kita menghabiskan waktu dengan duduk berjemur di pinggiran pantai. Tiwi, Natalie dan Adi yang tidak tahan dengan pantai langsung ingin nyebur dan berenang. Namun sayang oh sayang matahari yang saat itu begitu gagah seperti tidak mengijinkan asa mereka. Jadilah kita photo-photo dan menikmati lautan dari pinggir pantai.

IMG_3914
IMG_3894
IMG_3905

Jumping Happily

Jumping Happily

Tidak puas dengan Padang-padang Beach, mereka bertiga kompak mengajak gue ke pantai yang lainnya. Kali ini kami berempat langsung menuju ke GREEN BOWL. Pantai ini cukup berkesan bagi gue. Perjalanan menuju pantainya tidak semudah yang kami harapkan. Untuk mencapai pantainya, kami harus menuruni ratusan anak tangga. Pantas saja pantainya sepi, mungkin orang lain banyak yang langsung mengurungkan niatnya saat melihat tangga-tangga yang harus mereka lewati. Tapi buat kami sudah sampai di sana apa boleh buat, mumpung masih muda, masih kuat, hehee. Jadilah kami menuruni tangga itu dengan semangat dan wow o wow, pantainya memang indah sekali. Di tengah-tengah lautnya memang ombaknya berbentuk seperti mangkuk, dan lautnya berwarna hijau, sesuai dengan namanya, Green Bowl. Gue pribadi memang lebih suka pantai yang masih asri begini, pasirnya masih putih dan bersih, dibandingkan pantai di Kuta atau Legian yang sudah tidak terlalu asri. Jadilah kami menghabiskan siang kami di pantai tersebut.

IMG_3998

What a Beautiful View

What a Beautiful View

 

Efek Levitasi

Efek Levitasi

 

Dari kiri ke kanan : Gue, Adi, Tiwi

Dari kiri ke kanan : Gue, Adi, Tiwi

While we were playing, gue menerima pesan bahwa orang yang gue tunggu-tunggu sudah mendarat dengan cakep di Bali. Jadi kami langsung berkemas dan memutuskan untuk pulang. Tapi, oh kami lupa, ada ratusan tangga yang harus kami naiki untuk kembali sampai ke atas. Beberapa kali kami berhenti karena gue yang baru saja pulih dari sakit harus bersitirahat sebentar untuk mengambil napas. Adi yang saat itu berubah menjadi lebih gagah dengan sabar menunggu gue sambil memberikan kata-kata penghiburan. Terima kasih Adi, jasamu sangat besar di sini. Sampai di atas tanpa babibu lagi, gue langsung mencari pendopo dan membaringkan badan gue di sana. Nenek-nenek yang melihat gue langsung memijat kaki gue tanpa aba-aba. Awalnya gue cuek aja sih, mumpung gue juga suka dipijat, tetapi setelah pijatan 10 menit itu berakhir gue langsung ditagih 100 ribu sama kedua nenek itu. Busettt, mahal amat pikir gue. Tau gitu gue minta dipijitin sejam atau gak sama sekali. Saat itu, lagi-lagi Adi gue minta untuk nawar harga pijat 10 menit itu, secara dia bisa ngomong bahasa Bali dengan fasih. Negosiasi selesai, jadilah 60 ribu gue melayang untuk pijatan 10 menit itu. Sekali lagi thank you Adi. Saran gue buat siapa aja yang mau ke Green Bowl, makan sebanyak-banyaknya dulu sebelum ke sana. Kalau makan nasi Jinggo, sekalian makan 2 bungkus atau lebih biar kuat turun naik tangganya. Jangan lupa bawa minum yang banyak supaya tidak mengalami dehidrasi seperti gue, karena perjalanan yang jauh dan udara yang cukup panas. Dan satu hal yang ultimatum banget adalah, jangan berikan kakimu untuk dipijat oleh nenek-nenek yang ada di sana, seberapapun baiknya wajah mereka di awal, cukup gue dan orang-orang sebelumnya yang menjadi korban.

Kamipun pulang dengan masih membicarakan harga pijat yang tidak manusiawi itu. Tapi ah sudahlah, sebentar lagi momen yang gue tunggu-tunggu juga tiba. Dengan semangat gue mandi dan dengan Tiwi pergi ke Hard Rock Hotel di Kuta, perjalan kami masih disponsori oleh motor Beat Tiwi yang setia dan helm pinjaman dari Natalie yang kaitannya susahnya minta ampun untuk dilepas.

Setelah mencari-cari tempat parkir (bayangkan parkirnya sampai di Beachwalk), akhirnyaaaa sampai juga di HARD ROCK HOTEL KUTA. Orang yang gue tunggu-tunggu tidak lain dan tidak bukan adalah Jose van Kristianto (bahasa: Yosua Kristianto) aka Iyos (pacar gue) dan keluarganya. Hari itu Mama Iyos sedang ulang tahun yang ke 50 dan untuk hari yang sangat spesial ini, maka Bali dipilih menjadi tempat untuk merayakannya. Ah, memang obat kangen itu ya ketemu. Rasa rindu yang sudah terpupuk lama akhirnya terlepas juga saat bertemu Iyos dan keluaganya. Ingin rasanya menerjang Iyos dan membenamkan kepala ini di pelukannya yang sudah pasti hangat itu. Tapi kenyataannya, gue malah meluk dan cipika cipiki sama mamanya duluan, hahaa memang belum waktunya.

IMG_4048
IMG_4053

Sebelum meniup lilin, kami semua chill out sebentar di pool. Iyos dan Iyes (adiknya) langsung ganti baju dan nyebur.

IMG_4099

Iyos & Iyes Enjoy the Jacuzzi

Iyos & Iyes Enjoy the Jacuzzi

 

Pose After Swimming

Pose After Swimming

Kelar berenang, kami balik ke kamar meniup lilin dengan kue favorit Iyos, mamanya dan juga gue, SWEETHEART CAKE, bolu kasar dengan arak ditengahnya yang dibawa jauh-jauh dari Bandung. Acara tiup lilin kelar, kami bergegas untuk dinner bareng di Hard Rock, buffet nya enak dan cukup beragam. Kami menghabiskan malam dengan ngobrol dan menikmati makanan. Gue sangat menikmati suasana yang penuh kasih dan sukacita seperti saat itu. Sampai tak terasa malam semakin larut, gue dan Tiwi harus kembali ke kos. What a great day, what a great night.

IMG_4108

Picture the Night Before It Reaches Height

Picture the Night Before It Reaches Height

********** Day 2 (09122013) **********

Pagi-pagi di hari kedua gue udah pergi ke Hard Rock untuk gabung dan nginep di hotel bareng dengan Iyos dan sekeluarga selama beberapa hari ke depan. Hari ini kami isi dengan tour ke kota Denpasar. Sebenarnya bingung juga memilih tempat untuk tour kota di Denpasar, karena rata-rata semua tempat sudah pernah kami kunjungi, setelah pembicaraan yang (sangat) panjang kami pun memutuskan untuk pergi ke MONUMEN BALI, membaca cerita rakyat dimana Ngurah Rai dan seluruh pasukannya dihabisi oleh Belanda dan photo-photo di sana. Sayangnya, tidak lama setelah itu hujan pun turun. Memang bulan Desember – Februari adalah musim hujan di kota Bali. Kami pun cepat-cepat berpindah tempat, pergi ke TITILES, tempat membeli dendeng yang terkenal di Bali, untuk oleh-oleh. Selain dendeng, di Titiles ini juga memlihara banyak burung, singa, dan harimau yang ukurannya sudah cukup besar. Ini photo gue dengan hewan yang menghabiskan 5 kg daging sekali makan ini.

Ini dia...

Ini dia…

 

Monumen Bali

Monumen Bali

Bali memang terkenal dengan pantai dan sunsetnya. Kami pun tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Kira-kira pukul 5.30 pm kami pergi ke Jimbaran untuk dinner di tepi pantai, MENEGA CAFE menjadi pilihan kami saat itu. Karena Iyos dan mama nya tidak terlalu doyan seafood maka gue dan Tiwi yang bertanggung jawab untuk menghabiskan ikan bakar, cumi, dan udang sedangkan Iyes dan Papa bertanggung jawab menghabiskan kepiting yang dipesan. Hasilnya kenyang luar biasaaaa. Kami pun kembali ke hotel dengan hati yang senang.

Dinner at Menega Cafe Jimbaran

Dinner at Menega Cafe Jimbaran

********** Day 3 (10122013) **********

IMG_4332

It’s cruise time y’all. Mama Iyos memang dari dulu ingin naik cruise. So, kesempatan kali ini tentunya tidak terlewatkan. Kami memilih BALI HAI dengan paket REEF CRUISE untuk melengkapi perjalanan kami di hari ketiga ini. Menurut gue harga dan apa yang kami dapatkan cukup worth it. Dengan harga IDR 882,000 kita sudah mendapatkan pick up and drop service dari hotel, coffee break, banana boat sepuasnya, sub marine sepuasnya, snorkeling sepuasnya, berenang dengan perosotan sepuasnya, tour pulau ke Lembongan, dan lunch. Hanya untuk Paraceiling dan diving kita dikenakan extra charge.

IMG_4223
IMG_4231
IMG_4250

Sebelum mencoba segala permainan air, kami memutuskan untuk tour ke Lembongan terlebih dahulu. Resort-resort di Lembongan ini dibuat bertingkat, dan katanya melihat sunset dari sini sangat indah, bisa langsung di depan mata, mata pencarian orang-orang di sana pada umumnya dari rumput laut. Perjalanan kami di Lembongan berlangsung kira-kira sejam. Kami menyusuri jalan-jalan di Lembongan dan berakhir dengan minum kelapa (tidak) muda.

IMG_4311
IMG_4317

Sekembalinya dari Lembongan, Iyos dan Iyes kembali menjadi dua orang yang paling bersemangat untuk nyebur. Mereka mencoba perosotan yang langsung ke laut, lalu snorkeling. Kira-kira seperti ini.

Iyos & Iyes are ready

Iyos & Iyes are ready

 

Iyos Main Perosotan

Iyos Main Perosotan

Gue dan Mama Iyos dengan penuh kasih melayani dan mengurusi segala peralatan dan menjadi seksi photo-photo buat mereka berdua.

IMG_4275
IMG_4256

IMG_4386

Banana Boat Sepuasnya

Banana Boat Sepuasnya

 

Sub marine sepuasnya

Sub marine sepuasnya

Well, it was pretty tiring but we did have a great fun, yes we did.

********** Day 4 (11122013) **********

Hari ini kami kembali tour, tapi bukan ke daerah Denpasar. Pertama-tama kami mampir sebentar ke perkebunan teh yang memelihara Luwak dan memproduksi Luwak secara traditional. Setelah itu kami langsung bergegas ke Goa Gajah di daerah Ubud. Eits, jangan pernah menganggap di tempat ini anda akan bertemu dengan gajah beneran ya, karena anda pasti akan kecewa. Di tempat ini sama sekali tidak ada gajah, tapi goa nya memang ada. Dulunya goa ini adalah tempat meditasi dari orang-orang dulu.

Tempat pembuatan luwak

Tempat pembuatan luwak

 

Goa Gajah

Goa Gajah

Setelah puas muter-muter di goa gajah kami pun mencari makan siang. Menu yang dicari siang itu adalah AYAM BETUTU. Ayam Betutu merupakan salah satu masakan khas Bali yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang diisi bumbu dan kemudian dipanggang di api sekam, tapi ada juga yang bisa digoreng, atau dibuat sedikit berkuah. Gue pribadi sebagai orang Bali sangat suka dengan makanan yang satu ini. Jika anda ke Bali maka anda harus memasukan menu ini ke dalam ‘it’s a must list’. Harganya pun tidak membuat kantong bolong, di bawah IDR 150.0000 untuk satu ekor utuh. Tempat lunch yang kami temukan ini punya kesan persawahan, jadi kita makan seperti di gubuk dan di depannya bisa melihat petak-petak sawah mini. A really great lunch.

Lunch dengan Menu Ayam Betutu

Lunch dengan Menu Ayam Betutu

Perjalanan dilanjutkan ke daerah Kintamani. Sesungguhnya motif gue dan mama Iyos ke sini adalah untuk membuat tatoo temporer, hahaaa. Ya, kami ingin sekali membuat tatoo temporer dengan harga yang murah. Kalau buat nya di daerah Kuta, satu tatoo bisa berkisar IDR 50,000 ke atas. Tapi kalau di sini, berbekal skill negosiasi mama Iyos harga tatoonya bisa menjadi IDR 15,000. Mama Iyos pun tak melewatkan kesempatan untuk sekaligus nail art. Yang lucu adalah di awal penawaran mama Iyos sudah sepakat untuk mendapakan nail art seharga IDR 10,000, nah setelah jari kiri selesai dan mamanya menyodorkan jari kanan, eh si neng kecilnya meminta tambahan IDR 10,000 lagi. Katanya ‘iya bu, 10 ribu yang tadi untuk satu tangan saja, kalau mau dua-duanya tambah 10 ribu lagi’. Sontak kami semua langsung tertawa sambil geleng-geleng, anak kecil sekarang udah jago strategi marketingnya, hehee. Tapi gue suka dengan hasil kerja mereka. And this is me with a happy smile.

Kepikiran untuk buat ini permanent, gimana?

Kepikiran untuk buat ini permanent, gimana?

 

Mama dan tragedi nail art nya

Mama dan tragedi nail art nya

Puas tatoo, nail art, dan photo-photo, kami pergi ke PURA BESAKIH, pura terbesar yang ada di Bali. Saran gue kalau anda ke sini, berhati-hatilah apalagi kalau anda tidak pergi bersama dengan tour guide, karena pasti akan diminta biaya macam-macam. Untungnya ada Iyos yang bisa menghandle situasi seperti itu, walaupun dia sendiri sempat dibuat kesal oleh orang-orang setempat. Ya, memang situasi tidak menyenangkan bisa datang kapan saja, bagaimana kita merespon itu yang terpenting.

Pose di depan Besakih

Pose di depan Besakih

Dan hari itu ditutup dengan makan malam di salah satu tempat makan favorit kita di Kuta Square, McDonald, hahaaa. Walaupun malam itu dinner kita ditemani oleh satu bule yang teriak-teriak gak jelas, mungkin lagi mabok, but still McDonald, we love you :).

********** Day 4 (12122013) **********

Pagi-pagi gue dan Iyos langsung melangkahkan kaki ke Pantai Legian. Just for having a walk at the beach. I did enjoy the moment, the talk, the hand-holding, sambil sedikit maen air. Ingin rasanya membekukan momen itu, ah andai itu bisa dilakukan. Lalu sejenak gue tersadar, every great moment in life not only meant to be freezed, but meant to be lived and enjoyed, it nestled deep in the heart, whispering in the wind.

Hari ini tidak terlalu banyak tempat yang dikunjungi, karena Iyos dan sekeluarga harus mengejar flight jam 4 sore. Kami mampir sebentar ke PANDAWA BEACH. Berphoto-photo dengan patung-patung di sana, menikmati pantai, rujak dan kelapa muda yang ada di sana. Oya, Iyos dan Iyes were jumping happily there.

Iyos dengan Jurus Kameha Meha

Iyos dengan Jurus Kameha Meha

IMG_4614

Setelah puas melompat-lompat, kami pergi ke PURA ULUWATu. Hujan kembali turun dengan cantiknya, tapi itu tidak menggoyahkan semangat kami untuk tetap ke sana.

IMG_4675

Perjalanan hari ini ditutup dengan diantarnya gue kembali ke kos Tiwi, sedangkan Iyos dan keluarga lanjut ke bandara. It was a short 4 days in my life, but the love, joy, and happiness will forever stay in my heart. Thank you mama, papa, Iyes, I love you all…

***************************************

Oiya, malamnya setelah Tiwi kelar gawe, dia mengajak gue nonton ke BEACHWALK, mall terbaru yang ada di Bali, bersama Adi (lagi-lagi dia) dan Irfan. Kami menonton HOMEFRONT, film nya lumayan, ada adegan action tapi beberapa cukup keras untuk anak kecil.

Hari ditutup dengan menikmati langit malam dari atas motor Beat Tiwi, dan masih dengan helm Natalie yang sangat susah dilepas.

********** Day 5 (13122013) **********

Hari ini menjadi hari perburuan oleh-oleh buat gue. Perjalanan kembali disponsori oleh Beat Tiwi dan Helm Susah Natalie. Berkilo-kilo kacang titipan mama gue bisa terbeli juga. Setelah tertimbun oleh kacang, gue dan Tiwi mengisi bahan bakar sekaligus cuci mata ke GALERI MALL. Having SOUR SALLY and a nice talk with Tiwi.

********** Day 6 (14122013) **********

Finally, I have to go back.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk Tiwi, kosan dan motornya. Masih teringat semua kebaikanmu, semoga Tuhan memberkatimu dengan berkat yang melimpah, memberikan koneksi-koneksi yang tepat untuk hari depanmu yang akan gilang gemilang.

Terima kasih untuk Adi dan Natalie & helmnya (yang masih susah dibuka), jasa-jasa kalian sangat besar buat gue.

Yeah, kali ini rinduku tersapa di Pulau Dewata. Can’t wait to create another moment with you, yes you, for I always treasure the moment that we adventured together. Di mana aku, kamu, kita bersama-sama…….

and the story goes...

and the story goes…

One thought on “,,rindu yang tersapa di pulau dewata,,

  1. Pingback: Our December Story from Bali | Yosua kristianto's Story. The stories of daily life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s