,,tentang cara kita berpisah,,

Selamat merayakan Hari Lebaran bagi semua teman yang merayakan! Sebuah post singkat, karena pikiran ini terlalu menggelitik.

Mungkin sebagian orang berakhir di halaman blog ini karena mereka melihat link blog ini melintas di public timeline Twitter mereka, yang bagi mereka adalah rutinitas sehari-hari nge-cek timeline. Halo!

Pertanyaan sederhana, berapa banyak dari kalian yang suka menghabiskan waktu atau malam bersama sahabat atau kawan? Jalan-jalan? Meeting? Nonton? Makan? Atau hanya nongkrong sambil ngobrol menghabiskan waktu? Apapun kondisinya, gw yakin sebagian besar dari kita selalu menikmati bertemu dengan teman, baik direncanakan ataupun tidak.

Yang menjadi perhatian gw adalah cara kita mengakhiri masing-masing pertemuan itu. Gw yakin gw tidak akan meleset (jika pun meleset, anggap saja tidak) jika gw tebak bahwa kalian seringkali berpisah dengan kalimat “Sampai ketemu lagi, ya!”

Kesal juga untuk menyadari bahwa dalam ungkapan itu sama sekali tidak tersirat adanya pesan bahwa yang mengucapkannya benar-benar ingin pertemuan itu terulang. Bandingkan dengan “Sampai besok di kantor ya!”, atau “Sampai nanti malam jam 8 ya!” yang lebih konkrit soal lokasi dan waktu.

Ungkapan “Sampai ketemu lagi, ya!” menunjukkan kepasrahan tanpa tanda-tanda adanya pikiran atau bahkan rencana untuk mengusahakan sebuah pertemuan lanjutan.

Kalau alasannya karena “Kan kita nggak bisa menjamin bahwa kita pasti bertemu lagi!”, bukannya semua hal juga seperti itu? Apa salahnya sedikit menunjukkan bahwa dalam ketidakmampuan kita memprediksi masa depan, kita menciptakan sebuah target penuh resiko gagal yang didasari keinginan untuk bertemu lagi dengan teman kita?

Mulai sekarang, jika gw menikmati sebuah pertemuan, gw akan menggunakan pertanyaan “Jadi kapan kita bisa ketemu lagi?” untuk mengakhirinya, agar teman gw tahu bahwa gw menikmati pertemuan ini dan ingin sekali mengetahui kemungkinan lokasi dan waktu di mana itu (mungkin) bisa terulang lagi.

Karena, di kepala gw, “Sampai ketemu lagi, ya!” telah berubah menjadi semacam bentuk lain dari ”Gw sih nggak berencana bikin effort untuk ketemu kamu lagi. Tapi ya, kalau di kemudian hari nggak sengaja ketemu atau kita eventually memang harus ketemu lagi, ya gapapa.”

ill-see-you-again

Have a great day everyone…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s