,,She Kissed ‘Mimik’ Goodbye,,

Sejak Zoey lahir, bagi gue menyusui menjadi salah satu momen yang sangat berharga. Gue masih inget bagaimana gue berjuang di hari-hari pertama Zoey saat ASI belum keluar, makan apa aja dengan porsi yang besar, minum susu, menjaga mood selalu happy, sampai massage payudara biar ASI bisa keluar, lancar dan lebat.

However, as much as I enjoy it, momen menyusui ini pun harus berakhir seiring usia Zoey yang semakin bertambah. Postingan ini gue buat untuk mengabadikan momen tersebut dan mumpung banyak yang nanyain ke gue bagaimana cara gue memberhentikan ASI, karena ada yang udah coba berhari-hari bahkan berminggu-minggu tapi belum berhasil. Mudah-mudahan postingan ini bisa memberi inspirasi yaa…

**********

Hal pertama yang perlu diketahui adalah Zoey ini tipe anak yang suka menyusui langsung. Dia sama sekali gak mau pakai botol, apalagi minum susu formula. Makanya proses menyapih (berhenti menyusui) nya agak-agak drama.

Gue juga tipe yang tidak memberikan jam khusus untuk menyusui, gue berikan semau Zoey, di mana pun dan kapan pun. Mulai usia 1.5 tahun, karena sudah makan dan minum juga, Zoey sudah gak minta mimik kalau lagi jalan keluar. Paling di perjalanan pergi dan pulang di mobil baru dia minta mimik lagi.

Jadi sebelum menyapih, gue sendiri udah cari-cari informasi baik di dunia maya atau tanya-tanya orang. Cara yang gue temukan bermacam-macam, mulai dari puting nya ditaruh lipstick, ditaruh kopi, ditaruh minyak angin, dan masih banyak lagi. Lama prosesnya pun macam-macam, ada yang berhari-hari sampai berbulan-bulan gak kelar juga karena anaknya nangis-nangis, tapi ada juga yang anaknya langsung bilang “oke” lalu langsung ngenyot dot. Tentu gue pengen banget bisa kayak yang terakhir, Zoey dengan mudahnya ngomong “oke mama” lalu langsung nge-dot. Tapi karena gue tahu Zoey cukup ‘adiktif’ sama mimiknya makanya gue kasih two months notice ke Zoey.

Jadi, dari usia Zoey 22 bulan gue udah kasih tau..

“Zoey, dua bulan lagi Zozo ulang tahun yang kedua ya. Wahh, anak mama udah gede berarti, udah gak mimik lagi nanti klo udah gede, mimiknya udah kosong. Nanti minum dot aja ya sayang..”

“Iya..” biasanya Zoey menjawab singkat seperti itu.

Masuk bulan ke 23, gue lebih intens sounding nya. Apalagi pas minggu-minggu terakhir, tiap hari gue kasih tau. Dan semakin dekat waktunya, Zoey semakin gak rela jawab ‘iya’ nya. Gue mulai kenalkan lagi susu formula, buatin di gelas walapun di-anggurin dan gak diminum, buatin di botol dot apalagi, langsung dibuang sama botol-botolnya.

Tiba waktu yang telah gue dan Zoey sepakati. Gue sengaja ikut Zoey tidur siang karena tahu malamnya pasti begadang. Malam itu saat mau tidur, sambil mimik gue ngomong ke Zoey “ini yang terakhir ya Zoey” yang disambut kata “gak mau” lalu dia tertidur. Tengah malam Zoey bangun minta mimik, tapi sesuai kesepakatan gue sodorin botol dot yang isinya susu formula. Benar saja, Zoey langsung ngamuk. Sebelum Zoey bangun gue awalnya ingin menaruh iba, tapi karena respon Zoey langsung ngamuk gue langsung mikir ‘wah kalau malam ini gue kasih mimik karena kasian, pasti besok ngamuk nya lebih heboh lagi, karena Zoey bakal mikir kalau dia ngamuk pasti dikasih mimik’. Jadi dengan tarikan napas yang dalam gue langsung ambil ketetapan dalam hati bahwa gue harus praktekan ‘tough love’.

Gue peluk Zoey, sambil elus-elus kepalanya gue kasih pengertian. Bukan nya tenang malah makin nangis dia, gue tawarin susu di botol dot, makin ngamuk dia, hahaa. Tapi gak apa-apa, gue tahu itu pasti berat buat Zoey. Secara dari lahir dia memang menyusui, jadi menyusui itu tidak hanya sumber nutrisi, tapi juga comfort zone dia. Jadilah malam itu gue nemenin Zoey yang ngamuk dan nangis-nangis. Satu jam berlalu Zoey masih nangis tapi phase udah sedikit menurun dari yang tadi, udah bisa gue ajak ngobrol dan udah lebih denger waktu dikasih pengertian.

Setelah kira-kira dua jam, gue iseng nanya “Zoey mau susu cokelat gak?” Dan masih sambil sesenggukan dia ngomong “iya, Zoey mau susu coklat”. Bahhh, secepat kilat gue ambil susu ultramilk coklat kemasan 200ml yang untungnya sudah gue siapin di kulkas. Dan malam itu, pertama kalinya Zoey minum susu lain, selain mimik, dan langsung ludes. Mungkin karena dia udah cape nangis dan laper juga. Setelah minum susu, gue elus-elus kepalanya sambil gue peluk, akhirnya Zoey pun tidur, yayyyy!!! Gue sadar kalau Zoey masih akan nangis lagi minta mimik, namanya juga belum rela pisah sama mimiknya. Tapi gue tahu masa terberatnya sudah lewat.

Sejam setelahnya Zoey sempat bangun lagi, nangis sebentar minta mimik. Gue yang memang belum tidur langsung menawarkan susu coklat seperti tadi. Zoey sempat minum beberapa sedot sebelum akhirnya tidur lagi.

Besok nya Zoey makan dan minum seperti biasa. Saat mau tidur siang, sempat minta mimik lagi tapi gue kasih pengertian lagi lalu tawarin susu coklat ultramilk. Zoey pun minum lalu tertidur. Malam harinya sebelum tidur masih ada semburat sedih di wajahnya. Gue pun ngomong “Zoey masih pengen mimik ya? Kangen ya sama mimik nya?” Lalu Zoey jawab dengan mengiba “iya, Zoey kangen mimik” lalu memeluk gue. Terenyuh gue liat nya, tapi apapun itu gue harus konsisten. Gue pun langsung nawarin “Zoey, mau minum susu di botol dot gak? Susu putih enak loh kayak mimik”. Zoey pun mengangguk bahagia. Dan akhirnya mulai malam itu Zoey mau minum susu dari botol, horeee!

Untuk bisa move on dari mimik, makan waktu sekitar 3 hari buat Zoey. Kunci sukses menyapih bagi gue sendiri adalah ketetapan hati. Kita harus sudah siap dengan respon anak yang nangis bahkan ngamuk-ngamuk berjam-jam. Tahan-tahanin aja, panjangin sumbu sabar kita, namanya juga berpisah dengan sesuatu yang menjadi bagian hidupnya selama ini, yang menjadi tempat ternyaman dia kemana pun dia pergi. Jangan dimarahin atau bahkan dibentak. Proses perpisahan itu sendiri buat dia sudah berat sekali. Dampingi, temani. Berikan penghiburan, kenyamanan, lalu pengertian.

Gue juga memilih untuk tidak cepat kasian saat lihat anak nangis. Bagi gue itu hanya akan memperpanjang prosesnya, toh sudah ada kesepakatan antara kami berdua dan sudah waktunya penyapihan. Zoey perlu nutrisi dengan kapasitas yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan nya.

Terima kasih ya Zoey sudah memberikan mama kesempatan untuk menyusui Zoey selama 2 tahun. Menyusui Zoey merupakan salah satu momen terbaik dan termanis mama bersama Zoey. I’m so proud of you! Sehat terus ya sayang, mama sayang Zozo!

Processed with VSCO with f2 preset

Buat mama-mama lain, boleh dong share juga pengalaman menyapihnya, would love to hear your story 🙂

Advertisements

,,How I Met You, Not Your Mother,,

Hi, pernah liat gak campaign poster di belakang toilet tentang cara pakai toilet yang benar? Di bawahnya ada tulisan Gunawan & Yosua kan, nah Yosua itu gue

Oh hi ko, iya pernah liat. Gue Cindhy

——

Cerita tentang bagaimana dua insan bertemu biasanya selalu menarik untuk didengarkan. Dalam kasus gue, pertemuan itu ditandai dengan percakapan di atas.

Iya gue tahu, dibaca berulang-ulang pun tetap gak kedengaran romantis. Yosua dan gue gak ketemu saat gue bawa buku banyak terus kami tabrakan dan akhirnya saling tatap-tatapan. Semesta juga tidak menakdirkan awal pertemuan kami karena menyetop taxi yang sama lalu bertengkar tapi akhirnya suka-sukaan, atau dengan tidak sengaja duduk bersebelahan di sebuah pesawat seperti film Reza Rahardian. Bahkan awal percakapan kami dimulai dengan topik campaign poster yang ada di toilet wanita. Memang benar yang paling penting dari pertemuan pertama adalah kesan nya!

Kami mulai berteman seperti kebanyakan orang di tahun 2009 walaupun saat itu tidak punya banyak kesamaan. Yosua suka jazz, gue suka musik keras. Yosua menikmati seni yang klasik, sedangkan gue tergabung dalam grup dance hiphop. Saat baca blog Yosua yang lagi gendong kucing, gue malah baru saja ngusir kucing keluar dari dormitory gue. Mungkin kesamaan yang paling mudah ditemukan saat itu adalah kami mempunyai almamater yang sama (meski beda 4 tahun di PresUniv, jadi pas gue masuk Yosua baru saja lulus) dan tergabung di komunitas yang sama.

Walaupun begitu topik yang paling sering kami obrolin malahan tentang pasangan hidup. Gue sering ngomong kalau gue pengen nyari pasangan dari ras kaukasoid. Yosua sendiri banyak menceritakan catatan perjalanan nya dalam menemukan pasangan hidup, dengan siapa saja dia pernah dekat (yang pernah dia suka, yang pernah suka dia, bahkan gue ditunjukin FB mereka), apa saja yang dia pelajari, apa saja ekspektasinya untuk hubungan nya ke depan.

Kami pernah ngobrol dalam bus sepanjang perjalanan Cikarang-Jakarta tentang hal ini doank. Dan obrolan ditutup dengan kata-kata “Ya udah Cindh gue doain lo ketemu sama jodoh lo cepet, mudah-mudahan bule, kalo gak yang penting hatinya bener”. Dan gue jawab “Thank you ko, gue doain koko jadian sama sahabat koko, atau kalau gak koko sama Sonia Jayeslee aja”. Kami pun sama-sama ketawa.

Saat itu tidak terlintas di pikiran gue bahwa Yosua lah orang yang akan menemani gue menjalani hidup di umur gue yang tersisa, bahwa dia lah jawaban dari doa gue bertahun-tahun. Tidak pernah terduga bahwa Yosua menjadi pribadi yang bisa membuat gue kangen berat walau berpisah sebentar saja. Bahwa Yosua adalah orang yang sanggup mengukir senyum merekah padahal gue baru saja kesal sedemikian rupa.

Funny how sometimes you just…find things.

Untuk akhirnya kami sampai di pernikahan memakan waktu yang tidak sebentar. Kami berteman dari tahun 2009, mulai memutuskan untuk punya hubungan yang serius di tahun 2012, lalu menikah di tahun 2015.

Dari makan es krim semangkuk berdua (bukan karena romantis, tapi emang duitnya dulu nge-pas banget) di Setiabudi One, sampai makan es krim masing-masing 1 cone dekat Notre Dame. Dari Yosua yang kurus dan gue berisi, sampai jadi Yosua yang makmur dan gue langsing (asiiikk).

But yeah, I’m glad that it was a long road. Because then I’m sure even after every argument, every sleepy Sunday afternoon, every hardship and uncertainty that came our way…

Everyday..

I know and I know..

That I love this man deeply and dearly. That I want to do life with him and look forward to growing old and saggy with him. Walked into love with him was the best decision I ever made.

Yosua Kristianto, thank you to never be afraid to be the one who loves the most. You love me, unconditionally. Surely, He has great things in stored for you. May you continue to inspire, bless and touch many hearts for Him through everything you do.

Happy Birthday and Happy Anniversary, I love you sayang..

..Yes, it is good to find someone who will listen to your story and then help you write the rest of it..

And that is how I met you, not your mother…

20180529_140334_001-01

,,Please Don’t Let Me Forget,,

Don’t let me forget her littleness,
Or the moment I found myself wondering
How I could be so lucky?

Don’t let me forget those little hands,
That clutch me like I am everything she needs

Don’t let me forget the sound of her little feet,
That follow me wherever I go

Don’t let me forget my power to hug away her sadness,
Calm her by simply being close by

Don’t let me forget the unique way she pronounces her words,
Or her brilliant, made-up stories

Because sometimes,
When I feel days are long
I found myself wishing she could grow up a little faster
Sleep a little longer
Give me a little more freedom

But deep down I know
Someday I will yearn for
This precious, little fleeting

So while she is still small
Let me bask in it a little longer
Let me breath in it
And hold on a little bit tighter

Please don’t let me forget…

*****

Happy birthday Zoey Valerie Kristianto! You are one true incredible and precious gift of God. We are so proud and blessed to have you!

Mama loves you deeply Zozo!

20180415_174357